17 Mei 2013 | 2 Comments »Posted in Hukum dan Politik
rsz_62830_frans_magnis_suseno

Surat Protes Franz Magnis Suseno Kepada ACF Yang Menganugerahi Penghargaan “Negarawan Dunia” Pada Presiden SBY

(Dalam bahasa Inggris beserta terjemahannya)

Pada akhir Mei ini, sebuah organisasi yang mempromosikan perdamaian, demokrasi, toleransi, dan dialog antar kepercayaan yang berbasis di New York, Amerika Serikat, Appeal of Conscience Foundation (ACF), akan memberikan penghargaan negarawan dunia 2013 atau ‘World Statesman Award’ kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Berikut surat protes Franz Magnis-Suseno yang ditujukan kepada ACF. Terjemahan dari teks Inggris ke Bahasa Indonesia dikerjakan oleh Bapak Hudoyo Hupudio.

======

Ladies and Gentlemen of the Appeal of Conscience Foundation (ACF),

I am a Catholic Priest and professor of philosophy in Jakarta. In Indonesia we learnt that you are going to bestow this year’s World Stateman Award to our President Susilo Bambang Yudhoyono because of his merits regarding religious tolerance.
This is a shame, a shame for you. It discredits any claim you might make as a an institution with moral intentions.
How can you take such a decision without asking concerned people in Indonesia? Hopefully you have not made this decission in response to prodding by people of our Government or of the entourage of the President.

Do you not know about the growing difficulties of Christians to get permits for opening places of prayer, about the growing number of forced closures of churches, about the growth of regulations that make worshipping for minorities more difficult, thus about growing intolerance on the grassroot level? And particularly, have you never heard about the shameful and quite dangerous attitudes of hardline religious groups towards so called deviant teachings, meaning members of the Achmadiyah and the Shia communities, and the government of Susilo Bambang Yudhoyono just doing nothing and saying nothing to protect them? Hundreds of their people have under Susilo Bambang Yudhoyono’s presidentship been driven out of their houses, they still live miserably in places like sports halls, there have allready Achmadis and Shia people been killed (so that the question arises whether Indonesia will deteriorate to conditions like Pakistan dan Iran [favor of President G. W. Bush] where every months hundreds of Shia people are being killed because of religious motivations)?

Do you not know that President Susilo Bambang Yudhoyono during his up to now 8 1/2 years in office has not a single time said something to the Indonesian people, that they should respect their minorities? That he has shamefully avoided responsibility regarding growing violence towards Achmadiyah and Shia people?

Again, whom did you ask for information before making you award choice? What could be your motivation to bestow upon this President a reward for religious tolerance who so obviously lacks any courage to do his duty protecting minorities?

I have to add that I am not a radical, not even a “human right extremist” (if such exist). I am just appaled about so much hypocrisy. You are playing in the hands of those – still few – radicals that want to purify Indonesia of all what they regard as heresies and heathen.

Franz Magnis-Suseno SJ

=====

Bapak-bapak dan ibu-ibu dari the Appeal of Conscience Foundation (ACF),

Saya seorang pastor Kahtolik dan profesor filsafat di Jakarta. Di Indonesia kami mengetahui bahwa Anda akan memberikan Hadiah Negarawan Dunia tahun ini kepada Presiden kami, Susilo Bambang Yudhoyono, oleh karena jasa2nya dalam kaitan toleransi beragama.

Ini sangat memalukan, sangat memalukan bagi Anda. Ini mendiskreditkan seluruh klaim Anda sebagai lembaga yang bertujuan moral.

Bagaimana mungkin Anda mengambil keputusan seperti itu tanpa meminta pendapat warga yang terlibat di Indonesia? Mudah2an kalian tidak membuat keputusan ini sebagai jawaban atas dorongan dari orang2 di pemerintahan kami atau dari para pengiring Presiden.

Apakah kalian tidak tahu tentang kesulitan-kesulitan yang semakin meningkat dari kaum Kristen untuk memperoleh izin mendirikan tempat ibadah, tentang meningkatnya jumlah gereja-gereja yang ditutup, tentang meningkatnya peraturan-peraturan yang membuat kebaktian bagi kaum minoritas semakin sulit, dengan demikian tentang meningkatnya intoleransi di tingkat bawah? Dan khususnya, apakah kalian tidak mendengar sikap-sikap berbahaya dan memalukan di kalangan kelompok-kelompok agama garis keras terhadap ajaran-ajaran yang dikatakan menyimpang, yang berarti anggota-anggota komunitas Ahmadiyah dan Shiah, sedangkan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono tidak berbuat apa-apa dan tidak menyatakan apa-apa untuk melindungi mereka? Ratusan orang dari mereka di bawah kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono telah diusir dari rumah mereka, sampai sekarang mereka masih tinggal dengan sengsara di gedung-gedung seperti gedung olahraga, dan ada warga Ahmadiyah dan Shiah yang terbunuh (sehingga muncul pertanyaan apakah Indonesia akan merosot ke dalam kondisi seperti di Pakistan dan Iran (berkat Presiden G.W.Bush) di mana setiap bulan ratusan warga Shiah dibunuh berdasar motivasi agama)?

Tidakkah kalian tahu bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selama 8,5 tahun kekuasaannya tidak pernah sekalipun mengatakan sesuatu kepada rakyat Indonesia, bahwa mereka harus menghormati kaum minoritas? Bahwa secara memalukan ia telah menghindari tanggung jawab berkaitan dengan meningkatnya tindak kekerasan terhadap warga Ahmadiyah dan Shiah?

Selain itu, siapakah yang kalian mintai informasi sebelum membuat pilihan bagi hadiah kalian? Apakah motivasi Anda untuk memberikan kepada Presiden ini sebuah hadiah bagi toleransi beragama, padahal ia jelas tidak mempunyai keberanian untuk melaksanakan kewajibannya melindungi kaum minoritas?

Saya perlu menambahkan, bahwa saya bukan seorang radikal, bahkan bukan seorang “ekstremis HAM” (kalau pun ada yang seperti itu). Saya hanya merasa ngeri melihat begitu banyak kemunafikan. Anda terperangkap dalam permainan kaum radikal –yang jumlahnya masih sedikit– yang ingin membersihkan Indonesia dari semua yang mereka anggap sebagai ajaran sesat dan kafir.

Franz Magnis-Suseno, SJ

 

2 Comments Already!

  1. M. lakmintarty mengatakan:

    Saya setuju,Memang belum pantas sebagai negarawan utk menerima penghargaan begitu presticous..
    Banyak hal yg juga terjadi tentang pelanggaran hak beragama disekolah2 yg mungkin juga luput dari pengawasan kementrian Pendidikan dibawah pemerintahan beliau.
    Beliau harus legowo utk tidak menerima penghargaan tsb. Karena siapakah yg layak menerima penghargaan itu?,jawabnya “TIDAK ADA” Selama masih ada ketidak-adilan bagi kebebasan beragama.

  2. [...] justru menyerang Franz Magnis Suseno yang menyampaikan protes atas rencana pemberian penghargaan kepada SBY, terutama pernyataan Franz Magnis yang mengatakan bahwa SBY tidak pernah mengucapkan sepatah [...]

Leave a Reply