26 Juni 2013 | 3 Comments »Posted in Hukum dan Politik, Lingkungan
IMG-20130625-WA0003

Tolak Tambang Pasir Besi di Cianjur Selatan, Lima Warga Tertembak

Rabu, 26 Juni 2013

PerspektifNews, Cianjur - Aksi unjuk rasa oleh 5.000 warga dari kecamatan Sindangbarang, Cidaun dan Argabinta di Cianjur Selatan berakhir ricuh, Selasa (25/6). Setidaknya 5 orang warga tertembak dan 1 orangĀ  diantaranya kritis karena tertembak di bagian dada oleh aparat keamanan.

Ribuan warga itu menolak keberadaan perusahaan tambang pasir besi, PT Mega Top Inti Selaras, yang berada di Kampung Sukapura, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, karena dianggap telah merusak lingkungan. Menurut warga, akibat eksploitasi pasir besi ini, sepanjang 70 km pantai selatan Cianjur mengalami abrasi. Abrasi dirasakan membahayakan masyarakat Cianjur karena merusak fungsi sosial ekologis pesisir.

“Masyarakat menuntut agar kegiatan tambang pasir besi ditutup secara total,” kata salah seorang perwakilan warga, Asep Samudera kepada wartawan.

Menurut informasi yang diperoleh PerspektifNews dari Paguyuban Petani Cianjur (PPC), Selasa (25/6), suasana di wilayah tersebut hingga malam hari semakin mencekam. Pada malam hari, kepolisian dari kesatuan Brimob menambahkan pasukannya dari Sukabumi dan Bogor, yang dilengkapi dengan 5 Baracuda.

Terkait peristiwa itu, Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mengutuk keras tindakan kekerasan aparat keamanan yang menembak warga yang berunjuk rasa. “Warga Kecamatan Sindangbarang, Cidaun dan Agrabinta berjuang untuk mempertahankan sumber kekayaan alam dan kelestarian lingkungan hidup,” kata koordinator KPA Jawa Barat, Yayan Hardiana dalam rilisnya yang diterima PerspektifNews, Rabu (26/6).

Ia juga menambahkan, perusahaan tambang pasir besi di sepanjang selatan Jawa harus ditolak keberadaannya, karena membahayakan ruang hidup rakyat dan merusak fungsi sosial ekologis lingkungan pesisir serta mendorong bencana abrasi.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal KPA, Iwan Nurdin dalam rilisnya, menyatakan pemerintah harus segera menyelesaikan konflik agraria secara menyeluruh dan fundamental melalui pelaksanaan reforma agraria. Menurutnya, pelaksanaan reforma agraria adalah satu-satunya jalan terwujudnya keadilan sosial atas sumber kekayaan alam.

Iwan juga mengajak seluruh elemen kaum tani, buruh, nelayan, mahasiswa serta elemen progresif lainnya untuk menguatkan barisan demi mendorong adanya pelaksanaan reforma agraria sebagai satu-satunya jalan menuju kemerdekaan sejati. (Yosep/Aip)

3 Comments Already!

  1. angling jati mengatakan:

    Pemerintah jgn hny income besar yg dipikirkan. Namun juga kelestarian alam dan keseimbangannya. UUD’45 jelas, jgn dirubah aturan demi kepentingan dan keuntungan halalkan dn sahkan segala cara demi uang !!! Inget. Suara Rakyat suara Tuhan..!!!

  2. […] Tolak Tambang Pasir Besi di Cianjur Selatan, Lima Warga Tertembak […]

  3. Alan ilansyah mengatakan:

    Ini bentuk ketidak adilan terhadap rakyat ,posisi pemerintah hanya diam,apa pura2 buta melihat kondisi rakyat d kriminalisasi oleh aparat k polisian…rezim da membuktikan kaum kapitalis lah yg menindas kaum marjinal…buat kwan2 ku d c ajur trus lah lawan…dan lawan dmi k adilan,..jangan pernah kwan2 ku tunduk d hadapan para penindas…BURUH BERSATU RAKYAT BERKUASA..MAJU LAWAN MENANG..

Leave a Reply