16 Juli 2013 | No Comments »Posted in Sosial dan Budaya
rempah

Rempah-Rempah dan Manfaatnya Bagi Manusia

Selasa, 16 Juli 2013

PerspektifNews – Jika mendengar kata rempah-rempah, banyak orang merasa agak asing. Paling-paling yang diketahui tentang rempah-rempah itu terkait dengan hal yang dicari oleh penjajah Belanda. Namun, jika yang diucapkan adalah bumbu dapur, maka para ibu pun pasti bersemangat memikirkan masakan apa yang akan dibuat, meski diikuti pula dengan keluhan kenaikan harga cabe, bawang merah dan bawang putih.

Tetapi, ketika saya menyaksikan sebuah tayangan tentang manfaat rempah-rempah bagi kesehatan manusia, saya jadi mengerti, mengapa orang Eropa jauh-jauh datang ke Asia Tenggara, khususnya indonesia, dengan menempuh samudera yang ganas. Apalagi pada saat ini, banyak penelitian dari Michigan State University tentang jinten hitam yang ternyata mempunyai sejuta manfaat.

Rempah-rempah adalah bagian tumbuhan yang beraroma atau berasa kuat, yang digunakan dalam jumlah kecil di makanan sebagai pengawet atau perisai dalam masakan. Rempah-rempah biasanya dibedakan dengan tanaman lain yang digunakan untuk tujuan yang mirip, seperti tanaman obat, sayuran beraroma, dan buah kering. Rempah-rempah merupakan barang dagangan paling berharga pada zaman pra-kolonial. Dulu, banyak rempah-rempah  yang digunakan dalam pengobatan, meski sekarang ini berkurang, karena orang-orang lebih suka menggunakan suplemen ketimbang rempah-rempah. Alasan praktis terkadang dipakai  dalam penggunaan suplemen tersebut. Mungkin informasi mengenai kegunaan rempah-rempah berikut ini bisa dijadikan pertimbangan tentang penggunaan rempah-rempah sebagai penambah daya tahan alamiah bagi tubuh manusia. Rempah-rempah banyak sekali jenisnya. Namun, saya akan membahas beberapa saja yang bermanfaat bagi manusia:

1. Lada Hitam

Lada hitam memiliki kandungan nutrisi yang mengejutkan. Di antaranya anti-oksidan, vitamin A, vitamin C, dan senyawa seperti likopen, karoten, zea-xanthin, dan cryptoxanthin yang membantu menghilangkan radikal bebas yang merusak, sehingga mencegah terjadinya kanker, masalah hati, dan penyakit kardiovaskuler. Cara kerja lada hitam bagi kesehatan adalah sebagai berikut. Pada saat Anda mengonsumsi rempah yang satu ini, keringat akan bercucuran dari tubuh Anda. Secara tidak langsung, proses ini akan membantu Anda mengeluarkan racun lewat keringat dan buang air kecil. Lada hitam secara luas diakui sebagai karminatif, sebuah zat yang membantu stimulasi selera untuk meningkatkan sekresi asam klorida yang melancarkan pencernaan. Hal ini mengarah pada pencegahan diare, sembelit, nyeri kolik, dan gas usus.

2. Kunyit

Kunyit adalah rempah-rempah yang biasa digunakan dalam masakan di negara-negara Asia. Kunyit sering digunakan sebagai bumbu dalam masakan sejenis gulai, dan juga digunakan untuk memberi warna kuning pada masakan, atau sebagai pengawet. Produk farmasi berbahan baku kunyit mampu bersaing dengan berbagai obat paten, misalnya untuk peradangan sendi (arthritis-rheumatoid) atau osteo-arthritis berbahan aktif natrium deklofenak, piroksikam, dan fenil butason dengan harga yang relatif mahal atau suplemen makanan (vitamin-plus) dalam bentuk kapsul.

3. Jintan Hitam

Jintan hitam atau Habbatussauda (Nigella sativa) adalah rempah-rempah  yang dapat digunakan sebagai tanaman obat. Rempah ini berbentuk butiran biji berwarna hitam yang telah dikenal ribuan tahun lalu dan digunakan secara luas oleh masyarakat India, Pakistan, dan Timur Tengah untuk mengobati berbagai macam penyakit. Jenis tanaman ini disebut-sebut sebagai tanaman obat dalam perkembangan awal agama Islam. Manfaatnya adalah memperkuat sistem kekebalan tubuh dari serangan virus, kuman dan bakteri serta mempertahankan tubuh dari serangan kanker dan HIV. Dilaporkan juga bahwa Habbatussauda dapat menghentikan pertumbuhan sel tumor dan meningkatkan fungsi otak. Dengan kandungan asam linoleat, Habbatussauda merupakan nutrisi bagi sel otak yang berguna untuk meningkatkan daya ingat, kecerdasan, dan relativitas sel otak agar tidak cepat pikun. Habbatussauda juga dilaporkan dapat menyembuhkan asma bronkial, bronkitis, gampang lelah, batuk kronis dan berbagai jenis penyakit pernapasan lainnya.

4. Cabe.

Manfaat cabe yang saat ini sedang mahal-mahalnya lebih dikarenakan makanan yang pedas cenderung membuat orang makan lebih banyak. Ada beberapa penyebab dari hal itu, yakni rasa pedas akan terasa lebih menyiksa jika makan perlahan-lahan atau berhenti makan. Oleh karena itu, orang akan makan lebih cepat dan lebih banyak. Padahal, otak akan lambat memberikan sinyal kenyang jika makan dilakukan dengan lambat. Hal yang lain berkaitan dengan hormon endorphin. Dengan meningkatnya produksi endorphin, mereka akan merasa bahagia, nikmat, dan bersemangat. Menurut ilmu psikologi, orang cenderung makan lebih lahap dan nikmat jika mereka sedang merasa bahagia dan bersemangat.

Semua rempah-rempah itu bisa saja dikonsumsi dalam bentuk obat-obatan atau dalam bentuk makanan tradisional. Selanjutnya, tergantung yang lebih enak atau nyaman mengonsumsinya menurut Anda. Selamat mencoba. (Noval)

Leave a Reply