21 Maret 2013 | No Comments »Posted in Ekonomi
DSC01588

SPP Ingin Masyarakat Dalam Perancangan RPJM Desa dan RAPB Desa

Kamis, 21 Maret 2013

PerspektifNews, Garut – Sebanyak 40 orang peserta dengan antusias mengikuti Training of Trainer (TOT) mengenai Review RPJM desa dan RAPB desa. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Serikat Petani Pasundan (SPP) bekerja sama dengan ACE (Association for Community Empowerment) ini diadakan di desa Dangiang, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, pada hari Rabu, 13 Maret 2013.

Para peserta yang terdiri dari kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, tokoh masyarakat dan Community Organizer SPP nantinya diharapkan dapat memahami perancangan RPJM desa dan RAPB desa yang pro poor dan responsif gender.

Menurut Deni, ketua pelaksana, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang pentingnya RPJM desa dan RAPB desa.

“Masyarakat desa nantinya akan terlibat dalam perancangan RPJM desa dan RPAB desa sehingga pembuatannya harus sesuai dengan kebutuhan desa setempat. RPJM desa dan RPAB desa ini juga harus memberikan peluang kepada kaum perempuan untuk ikut serta dalam perumusannya,” katanya.

Sementara kepala desa Dangiang, Esih Susilawati mengungkapkan dengan adanya TOT ini diharapkan terjadi perubahan di desa yang ia pimpin.

“Saya sangat bangga atas pelaksanaan kegiatan TOT ini. Karena ini jelas-jelas targetannya untuk semua kalangan agar dapat terlibat, yang pastinya akan membawa perubahan untuk desa Dangiang khususnya,” ujarnya.

Kegiatan TOT ini menghadirkan H. Tutun dari Bapeda, Sahrul dari TKPKD (Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah) dan Agus Rustandi dari G2W (Garut Governance Watch). Ketiga pemateri tersebut memaparkan pentingnya peran serta masyarakat dalam pembuatan dokumen desa hingga proses Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

“Kalau masyarakat terlibat dalam pembuatan dokumen desa dan mengawal program desa dari tingkat desa, kecamatan hingga tingkat kabupaten, maka ini akan dijadikan desa percontohan. Karena kondisinya sekarang, Musrenbang hanya dijadikan seremonial saja,” pungkas H. Tutun.

Keterlibatan kaum perempuan dalam proses pembuatan desa akan membuat peran perempuan semakin penting dalam pembangunan. Menurut Aisyah (35) salah seorang peserta TOT, kegiatan TOT ini memberikan peluang yang sangat besar bagi kaum perempuan untuk dapat terlibat dalam pembangunan.

“Dengan kegiatan TOT ini, nantinya kaum perempuan secara langsung terlibat dalam proses pembuatan dokumen desa, sehingga ke depannya kaum perempuan tidak hanya sebagai penonton. Tapi juga sebagai pelaksana pembuatan dokumen desa dan penentu kebijakan di tingkat desa khususnya,” ujarnya. (Siti)

Leave a Reply